Anzala tertarik pada satu buku, Tahir Djide. Buku itu menceritakan sejarah kehidupan seorang pelatih bulu tangkis Indonesia yang melegenda. Buku yang menceritakan sebuah kejayaan masa lalu yang entah kapan akan terulang kembali bagi bangsa ini. Tahir Djide dengan segala pesonanya, membuat seorang Anzala berpikir, apakah ia akan menjadi pelatih sepak bola saja?
Anzala pada dasarnya sangat menyukai bola. Tapi karena tidak konsisten menekuni hal ini, kemampuannya tidak berkembang. Ia sekarang membutuhkan fasilitas dan sebuah sistem yang baru untuk mengembangkan lagi kemampuan sepakbolanya. Tapi perlahan ia merasa bahwa dengan dipilihnya jalur akademik, sungguh tidak realistis untuk memaksakan diri terjun menjadi seorang pemain professional.
Luasnya lautan membuat saya sadar, bahwa saya hanyalah sebuah titik yang bertugas menjaga keseimbangan.
Tuesday, March 4, 2014
Monday, March 3, 2014
You're no longer breathing
When you do nothing. Kalimat itu terlintas di benak Anzala pagi ini. Seperti sebuah ketidaksadaran telah mengharapkan sebuah kesibukan. Padahal sisi sadarnya menginginkan hal sebaliknya. Ketika kalimat tersebut terlintas, ia merasakan sebuah perasaan aneh yang seperti mengejek badan ini dan seluruh anggotanya. "kamu cuma begini doang buat hhidupmu?" begitu kata perasaan itu. "you do nothing, Anzala. You're just like a zombie". Anzala dikatai zombi oleh perasaan itu. Zombi adalah sebuah hal yang tidak pernah nyata tapi menjadi sebuah ketakutan baginya karena game-game yang dimainkannya. Anzala berpikir kembali bagaimana ia sama dengan zombie pagi ini.
You're dead. Sepertihalnya seorang manusia yang hidup, manusia akan beraktifitas. Aktifitas yang mengarahkan pada satu tujuan tertentu. Tapi Anzala tidak merasakan satu tujuan pun di 3 jam setelah bangun tidurnya. Seperti orang mati. jelas, diam saja dan tidak melakukan apapun. He is confusing I think. Well, he thinks so.
You're no longer breathing. Saya kira Anzala tahu arti kalimat itu.
You're dead. Sepertihalnya seorang manusia yang hidup, manusia akan beraktifitas. Aktifitas yang mengarahkan pada satu tujuan tertentu. Tapi Anzala tidak merasakan satu tujuan pun di 3 jam setelah bangun tidurnya. Seperti orang mati. jelas, diam saja dan tidak melakukan apapun. He is confusing I think. Well, he thinks so.
You're no longer breathing. Saya kira Anzala tahu arti kalimat itu.
Sunday, March 2, 2014
Seperti seorang wanita
wanita itu rumit. Anzala menjadikan tiga kata itu sebagai ide pokok untuk paragraf pertama di blognya pagi ini. Mungkin dia benar. Anzala selalu berpikir bahwa laki-laki itu ada untuk memahami kerumitan itu. Simpel. She cries, a man does his job. She hurt, a man takes responsibility. Tak dapat dipungkiri, Anzala merasakan dinamika itu sejak lama. Mungkin itu juga yang membuatnya lebih merasa berhati luas.
Anzala selalu berpikir apakah semua laki-laki seperti dirinya? Laki-laki yang pada awalnya hanya punya beberapa persen porsi untuk gadisnya yang perlahan-lahan menjadi keseluruhan porsi kehidupannya. Anzala bertanya-tanya apakah jalan seorang laki-laki memang seperti itu? Anzala sendiri bingung itu positif atau negatif. But he have God. Its just an effort. At least saat ini ia jadi laki-laki yang mungkin paling sabar di dunia. Dunia yang penuh kerumitan, ya, seperti seorang wanita. Ia pun tertawa.
Anzala selalu berpikir apakah semua laki-laki seperti dirinya? Laki-laki yang pada awalnya hanya punya beberapa persen porsi untuk gadisnya yang perlahan-lahan menjadi keseluruhan porsi kehidupannya. Anzala bertanya-tanya apakah jalan seorang laki-laki memang seperti itu? Anzala sendiri bingung itu positif atau negatif. But he have God. Its just an effort. At least saat ini ia jadi laki-laki yang mungkin paling sabar di dunia. Dunia yang penuh kerumitan, ya, seperti seorang wanita. Ia pun tertawa.
Apakah Eleanor merasa kesepian?
seperti biasa pagi seorang Anzala gak pernah ketinggalan disambut oleh The Beatles. Ia selalu mengawali semuanya dengan Eleanor Rigby. Anzala tidak tahu apa sebenarnya makna lagu ini. Tapi dia merasakan sebuah sensasi saat memanjakan teliinganya dengann lagu itu. Sebagaimana penikmat musik pemula, a good song is a good song. That's it.
Anzala juga tidak pernah jauh dari kahidupan kampus. Kampus yang penuh dengan teman-temannya. Satu orang unik yang entah ia lahir dari apa, yang jelas ia berpikir berbeda dengan orang lain. Ia seperti berjalan sendirian diantara banyak orang yang berjalan berlawanan dengannya. Ia tahu banyak musik, yang jelas dia bukan penikmat musik pemula seperti Anzala. Ia bernama Pribadi. Mereka suka sharing tentang musik dan keunikannya. Kemudian ketika membahas Eleanor Rigby, Anzala menemukan makna dibalik lagu yang sudah bersahabat itu.
Eleanor Rigby menceritakan seorang janda yang dikuburkan di belakang sebuah gereja. Begitu kata Pribadi. All the lonely people. Mungkin itu ungkapan yang membuat Anzala merinding sekaligus takjub. Not only him, but him too. Anzala membayangkan dengan singkat jika ia hidup di jaman Eleanor Rigby dan bertetangga dengannya. Mungkin Eleanor adalah seorang wanita cantik yang sayang dan mencintai suaminya. Apakah ia merasakan kesepian?
Anzala juga tidak pernah jauh dari kahidupan kampus. Kampus yang penuh dengan teman-temannya. Satu orang unik yang entah ia lahir dari apa, yang jelas ia berpikir berbeda dengan orang lain. Ia seperti berjalan sendirian diantara banyak orang yang berjalan berlawanan dengannya. Ia tahu banyak musik, yang jelas dia bukan penikmat musik pemula seperti Anzala. Ia bernama Pribadi. Mereka suka sharing tentang musik dan keunikannya. Kemudian ketika membahas Eleanor Rigby, Anzala menemukan makna dibalik lagu yang sudah bersahabat itu.
Eleanor Rigby menceritakan seorang janda yang dikuburkan di belakang sebuah gereja. Begitu kata Pribadi. All the lonely people. Mungkin itu ungkapan yang membuat Anzala merinding sekaligus takjub. Not only him, but him too. Anzala membayangkan dengan singkat jika ia hidup di jaman Eleanor Rigby dan bertetangga dengannya. Mungkin Eleanor adalah seorang wanita cantik yang sayang dan mencintai suaminya. Apakah ia merasakan kesepian?
Subscribe to:
Comments (Atom)