Sunday, September 20, 2015

Kesederhanaan dan Konsistensi


Tiba-tiba ide untuk meramaikan lagi blog saya dengan tulisan muncul begitu saja pagi ini. Berbarengan dengan persiapan war COC, sambil download video tutorial serangan efektif menggunakan naga (anyway, saya masih belajar pakai naga :D) saya pun menyempatkan diri menuangkan tulisan ini. 

Saya masih ingat dulu, ketika masih aliyah (SMA) saya sangat suka blogging. Hampir setiap hari ke warnet untuk menghabiskan sesegera mungkin mengupdate blog saya. Saya pun masih ingat alasan-alasan lucu yang melatarbelakangi hasrat menulis yang begitu menggebu-gebu. Giuran google adsense, impian menjadi seperti Raditya Dika yang sukses lewat tulisannya, sampai dengan alasan-alasan klise yang paling aneh, yaitu supaya saya tidak dibilang pengangguran. Saya juga tak sadar pada saat ini sudah tahu arti pengangguran.



Namun perlahan-lahan saya sadar, bahwa masa muda saya dulu (saat ini saya 22 tahun, berarti masih muda) saya sering tergiur alasan-alasan aneh yang justru merusak seni dari tulisan itu sendiri. Hasrat untuk mendapatkan uang lewat blog, hasrat ingin dikenal orang, dan alasan-alasan lucu lainnya, merupakan hal yang jusru harus dihindari oleh seseorang yang menyukai dunia tulis menulis. 

Satu hal yang saya pelajari adalah, ketika saya bertujuan untuk mendapatkan uang lewat tulisan saya, saya akan sangat termotivasi untuk menulis. Namun kesalahan saya adalah, saya selalu cepat merasa putus asa ketika tulisan-tulisan saya hanya tergeletak begitu saja tanpa ada reward. Nah, dari ini saya tahu bahwa keseringan saya berhenti atau bosan dalam kepenulisan adalah alasan "duit" tadi. 

Perlahan-lahan saya mencoba untuk melakukan segalanya tanpa ada kepentingan apapun, apalagi harta, tahta, dan wanita (mwahahah). Saya mulai belajar melakukan sesuatu dengan alasan yang lebih sederhana, lebih suci dan mulia, yaitu melakukan sesuatu karena saya "suka". That's it, it will be the one and only reason for doing something. 

Hal yang lebih unik lagi adalah, saya justru mendapatkan "insight" ini lewat kebiasaan "ngegame" saya. Perlu Anda ketahui, satu-satunya kebiasaan yang saya lakukan dengan konsisten (selain ibadah tentunya) dari saya lahir sampai umur saya yang sekarang ini adalah bermain game. Kenapa saya main game terus? Ya karena saya suka. Sederhana, bukan? 

Ternyata hal ini begitu ajaib, saya jadi lebih ringan dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan yang saya sukai. Saya tidak lagi membatasi pekerjaan saya untuk mimpi-mimpi yang kecil seperti uang, kekayaan, dan mimpi-mimpi aneh lainnya. Trik ini membuat saya menjadi lebih fokus, karena saya membiarkan Tuhan yang menentukan hasil dari karya saya. Karya saya dikenal dan bermanfaat bagi orang lain, ya bagus. Tapi kalau pun karya saya ancur-ancuran, saya tidak harus menyesal karena saya bukan menulis untuk orang lain, tapi karena memang saya suka menulis. 

Namun sedikit yang saya sarankan adalah, tulislah target Anda. Jangan tiru saya yang menulis tanpa target, hehe. Tak ada yang tahu jalan kesuksesan mana yang Tuhan berikan kepada kita, bisa jadi lewat tulisan, game, pekerjaan, ataupun hobi sekalipun. Kunci kesuksesan manusia yang saya tangkap dari para orang sukses adalah, fokusl dan konsisten melakukan satu hal sederhana secara terus-menerus. Hal sederhana yang bertarget jauh lebih kuat daripada hal muluk-muluk tapi tidak bertarget, hehe. 

So, temukanlah kesukaan Anda, tetapkan sebuah target kemudian berusahalah konsisten. Menurut Anda bagaimana bangsa mesir bisa membangun piramida? Tentu saja dengan meletakkan baloko-balok batu satu per satu bukan? :)

No comments:

Post a Comment